IDXChannel - Harga emas dunia diproyeksi masih fluktuatif pada perdagangan awal pekan depan, Senin (9/2/2026). Sebelumnya, pada Jumat (6/2/2026), harga emas ditutup menguat 3,99 persen ke USD4.960,39 per ons.
Harga emas rebound setelah melemah di hari sebelumnya ke USD4.769,89 per ons.
"Apabila harga emas dunia turun, support pertamanya itu di USD4.831 per troy ons. Sementara apabila harga emas dunia naik, resistance pertama itu di USD5.057 per troy ons," ujar Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Begitu juga dengan harga logam mulia Antam yang diproyeksi masih fluktuatif. Pada Sabtu (7/2/2026), logam mulia Antam naik Rp30 ribu ke Rp2.920.000 per gram.
"Apabila harga emas dunia naik pada resistance pertama di USD5.057, logam mulia kemungkinan (turun) di Rp2.800.000 per gram. Apabila (emas dunia) naik kembali, resistance kedua yaitu di USD5.170, logam mulianya (kemungkinan) di Rp2.900.000 per gram," ujarnya.
Ibrahim mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia.
Pertama, ditundanya rilis data ketenagakerjaan pada Januari 2026 imbas shutdown sementara pemerintahan Amerika Serikat (AS). Data yang akan dirilis pada Rabu pekan depan akan menjadi salah satu indikator yang menentukan sejauh mana The Fed akan menentukan kebijakan suku bunga.
Selain itu, investor juga mencermati permasalahan di Timur Tengah yang sedikit mereda pasca pertemuan antara delegasi AS dan Iran terkait reaktor nuklir.
Tapi ini pun juga masih belum sedikit mengangkat sentimen positif," kata Ibrahim.