IDXChannel - Harga emas dunia berbalik arah dan melemah pada Rabu (4/2/2026), seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor setelah kenaikan baru-baru ini.
Sementara pasar menanti data ketenagakerjaan AS dan mencermati perkembangan geopolitik untuk petunjuk baru.
Melansir Reuters, Emas spot turun 0,3 persen ke USD4.924,89 per ons pada pukul 13.31 waktu setempat, setelah sebelumnya sempat naik hingga 3,1 persen dalam sesi perdagangan. Harga emas melonjak 5,9 persen pada Selasa.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 0,3 persen ke USD4.950,80 per ons.
Indeks dolar AS bertahan di level tertinggi lebih dari satu minggu, menekan harga emas.
"Kami melihat pembalikan arah pada dolar, dan penguatan itu memberi tekanan pada emas," kata direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger.
Dia menambahkan pasar masih berada dalam fase koreksi ambil untung dari rekor tertinggi, dan konsolidasi tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Logam mulia ini anjlok lebih dari 13 persen pada dua hari perdagangan, yaitu Jumat pekan lalu dan Senin, penurunan terdalam dalam beberapa dekade, setelah mencetak rekor tertinggi USD5.594,82 pada 29 Januari.
Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menggelar pembicaraan pada Jumat pekan ini.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga melakukan pembicaraan luas dengan Presiden China Xi Jinping menjelang rencana kunjungan ke China pada April, menyusul pertemuan virtual Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.