Pertumbuhan laba sejalan dengan kenaikan penjualan neto sebesar 34,33 persen secara tahunan menjadi Rp6,38 triliun. Sebanyak 98,62 persen pendapatan berasal dari pasar domestik yang mencapai Rp6,35 triliun, naik 35,63 persen dibandingkan 2024.
Berdasarkan segmen usaha, penjualan sigaret kretek mesin (SKM) melonjak 52,23 persen menjadi Rp4,05 triliun. Penjualan filter naik 23,06 persen menjadi Rp1,42 triliun, sementara sigaret kretek tangan (SKT) tumbuh 0,86 persen menjadi Rp873,16 miliar. Adapun penjualan cerutu meningkat 22,48 persen menjadi Rp3,45 miliar.
Melihat prospek tersebut, Nomura menaikkan target harga saham WIIM menjadi Rp3.950 per saham dari sebelumnya Rp3.550 per unit, dengan tetap mempertahankan rekomendasi buy.
Di pasar reguler, saham WIIM diperdagangkan di level Rp1.485 per unit, terkoreksi 10,00 persen sejak awal tahun (YtD).
Sebagai informasi, pemegang saham sebelumnya telah menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp217,87 miliar atau setara Rp104,4 per saham. Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan pada 12 Juni 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.