Presiden Direktur PALM Tri Boewono juga menyoroti berbagai dinamika global yang masih membayangi prospek perekonomian dunia. Konflik geopolitik dan berbagai faktor eksternal lainnya dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kondisi global yang sarat ketidakpastian mengharuskan perusahaan lebih berhati-hati dalam menyusun strategi investasi ke depan. Selain perkembangan geopolitik, perubahan kebijakan dan regulasi juga menjadi faktor yang terus dicermati Perseroan.
"Kalau secara global, Bapak-Ibu juga sangat paham, kita semua khawatir dengan apa yang terjadi di dunia, baik perang maupun faktor-faktor lainnya. Jadi ada pengaruh dari luar Indonesia yang juga dapat berdampak terhadap kondisi di Indonesia," kata Tri.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, PALM membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, melonjak 193 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan kinerja tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar atau setara 2,97 persen dari laba bersih Perseroan.