Pertumbuhan laba terutama ditopang oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya yang mencapai Rp2,23 triliun. Sementara itu, total aset PALM meningkat 17 persen menjadi Rp9,19 triliun pada 2025, dari Rp7,87 triliun pada tahun sebelumnya.
Memasuki 2026, kinerja Perseroan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Pada kuartal I-2026, PALM membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, melonjak 263,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya yang meningkat 287,2 persen menjadi Rp2,44 triliun. Total aset Perseroan juga tumbuh 25,6 persen menjadi Rp11,55 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp9,19 triliun.
(DESI ANGRIANI)