Ia menilai emas masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar level USD4.000 per troy ons sehingga belum memberikan sinyal arah yang jelas.
Hasil survei Kitco terhadap analis Wall Street juga mencerminkan ketidakpastian tersebut.
Dari 17 analis yang berpartisipasi, lima orang atau 29 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini. Sebanyak enam analis atau 35 persen memprediksi harga melemah, sementara enam analis lainnya memperkirakan emas bergerak mendatar.
Pandangan investor ritel juga mulai beragam. Dari 184 responden dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 47 persen memperkirakan harga emas naik, 30 persen memprediksi turun, sedangkan 23 persen menilai emas akan tetap berkonsolidasi.
Pelaku pasar kini menantikan rangkaian data ekonomi AS yang berpotensi menjadi katalis utama. Pekan ini diawali dengan rilis ISM Manufacturing PMI Juli pada Senin, disusul data JOLTS Job Openings pada Selasa.