Dalam sepekan, harga Brent naik 0,79 persen, sedangkan WTI menguat 0,82 persen. Secara bulanan, Brent mencatat kenaikan 13,6 persen dan WTI melesat 15,2 persen.
Konflik Iran Jadi Penggerak Utama
Kenaikan harga minyak pada akhir pekan lalu terjadi ketika pasar bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).
Analis FX Empire Vladimir Zernov menilai harga WTI menguat karena pasar mengantisipasi kemungkinan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Presiden AS Donald Trump telah mendapat paparan mengenai opsi militer terhadap Iran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, delegasi Qatar yang berupaya menjadi mediator antara AS dan Iran juga tiba di Teheran. Qatar berusaha mencegah kemungkinan serangan terhadap Iran yang dapat memperluas konflik di kawasan.