Segmen sewa kendaraan masih menjadi penyumbang utama bagi pendapatan TAXI dengan porsi 68,77 persen. Pada 2025, segmen ini berkontribusi sebesar Rp2,44 miliar.
Kehilangan kontrak dari GOTO memberikan "pukulan" keras bagi TAXI mengingat pendapatan dari segmen sewa kendaraan justru menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023, pendapatan segmen sewa kendaraan mencapai Rp4,82 miliar, kemudian turun menjadi Rp3,89 miliar pada 2024 dan turun lagi menjadi Rp2,44 miliar. Angka ini mengindikasikan CAGR -28,9 persen per tahun.
Dengan hilangnya kontrak dari GOTO Group, TAXI hanya akan mengandalkan pendapatan dari segmen sewa kendaraan. Saat ini, perseroan memiliki kontrak dengan PT Bengkalis Kuda Laut untuk penyewaan 200 unit mobil dengan nilai kontrak Rp9,3 miliar. Masa kontrak berlaku 1 tahun terhitung 3 November 2025 dengan realisasi pada tahun lalu sebanyak 41 unit.
Kemudian, TAXI juga memiliki kontrak dengan PT Indomobil National Distributor dengan skema bagi hasil untuk memasarkan mobil listrik bagi pengemudi taksi online. Hingga saat ini, TAXI belum mengoperasikan taksi legendanya, Express sejak 2015.
(Rahmat Fiansyah)