sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Putus Tren Merah Empat Hari, IHSG Melonjak 7,57 Persen Ditopang Tiga Katalis

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/06/2026 16:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada perdagangan Selasa (9/6/2026), mengakhiri tren pelemahan empat hari beruntun.
Putus Tren Merah Empat Hari, IHSG Melonjak 7,57 Persen Ditopang Tiga Katalis. (Foto:
Putus Tren Merah Empat Hari, IHSG Melonjak 7,57 Persen Ditopang Tiga Katalis. (Foto:

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada perdagangan Selasa (9/6/2026), mengakhiri tren pelemahan empat hari beruntun. Rebound tajam itu didorong oleh tiga katalis utama yang memperbaiki sentimen pasar jangka pendek dalam waktu bersamaan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melonjak 7,57 persen ke level 5.746,65 usai sempat menyentuh level terendah sejak akhir 2020 sehari sebelumnya.

Nilai transaksi mencapai Rp27,90 triliun dengan volume perdagangan 41,98 miliar saham. Sebanyak 708 saham menguat, 99 saham melemah, dan 152 saham bergerak stagnan.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, lonjakan IHSG pada perdagangan Selasa ditopang oleh tiga katalis utama yang muncul secara bersamaan.

Pertama, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut dinilai mempertegas fokus bank sentral pada stabilisasi rupiah dan pengendalian inflasi, sekaligus meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor portofolio.

Kedua, munculnya pembahasan mengenai potensi buyback saham-saham bank Himbara yang melibatkan DPR, Danantara, Himbara, BPJS, dan sejumlah institusi BUMN.

Wacana tersebut dipandang sebagai sinyal adanya upaya stabilisasi pasar yang terkoordinasi di tengah tekanan jual yang sebelumnya mendominasi perdagangan.

Ketiga, pemerintah memberikan klarifikasi bahwa tidak akan ada penerapan mekanisme gross split dalam skema ekspor.

Kepastian tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi kewajiban eksportir menyerahkan sebagian hasil ekspor kepada perantara negara yang dikhawatirkan dapat mengganggu arus kas perusahaan.

BRI Danareksa menilai kombinasi ketiga sentimen tersebut berhasil memperbaiki persepsi risiko investor dan memicu rebound setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement