AALI
9925
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1235
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1020
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1505
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4180
AKSI
426
ALDO
1065
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.61
1.69%
+8.41
IHSG
6561.50
0.83%
+53.82
LQ45
946.15
1.57%
+14.60
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Raja Batu Bara Dato Low Tuck Kwong Kembali Beli Saham BYAN Rp3,8 Miliar

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 22 November 2021 12:51 WIB
Dato Low Tuck Kwong kembali membeli BYAN sebanyak 146.500 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.965,31.
Raja Batu Bara Dato Low Tuck Kwong Kembali Beli Saham BYAN Rp3,8 Miliar (Dok.MNC Media)
Raja Batu Bara Dato Low Tuck Kwong Kembali Beli Saham BYAN Rp3,8 Miliar (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menguatnya sentimen harga komoditas di perdagangan bursa mungkin membuat Dato Low Tuck Kwong menambah kepemilikan atas PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/11/2021), pria yang dijuluki Raja Batu Bara ini tercatat kembali membeli saham emiten berkode BYAN sebanyak 146.500 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.965,31.

Dengan demikian, kini Dato Low Tuck Kwong mempunyai saham senilai Rp3.803.917.915 di BYAN. Transaksi dilakukan pada 16 -19 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.

Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong menjadi sebanyak 1.838.963.530 saham dari sebelumnya 1.838.817.030 saham atau dengan kepemilikan sebanyak 55,17% dari total saham BYAN.

Sebelumnya Dato Low Tuck Kwong juga membeli sebanyak 111.400 saham dengan harga saham rata-rata Rp25.883,01. Untuk itu, Dato Low Tuck Kwong harus merogoh koceknya sekitar Rp2,8 miliar. Transaksi dilakukan pada 10 -15 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.

Sementara itu, manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD