Namun demikian, RANC akan melakukan penyesuaian jumlah gerai dari sebelumnya 60 gerai menjadi 57 gerai agar mampu beroperasi secara optimal dan memberikan tingkat profitabilitas yang sehat.
"Ke depan, ekspansi akan tetap menjadi agenda strategis Perseroan, namun dilakukan secara selektif dan terukur guna memastikan setiap pembukaan gerai baru didukung oleh analisis kelayakan sehingga pertumbuhan yang dicapai bersifat berkelanjutan," tutur manajemen.
Dalam menghadapi persaingan di industri ritel modern, perseroan akan fokus pada bisnis inti di segmen supermarket dengan memperkuat layanan pelanggan, kualitas produk segar (fresh product) dan premium, serta peningkatan pengalaman berbelanja konsumen.
Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat membukukan pertumbuhan pendapatan pada 2026. Ini tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp7,1 miliar di kuartal I-2026 atau berbalik dari kerugian sebesar Rp5,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
(DESI ANGRIANI)