Setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperkirakan pada 30 Juni 2026, masa penawaran umum diperkirakan berlangsung pada 2-8 Juli 2026, sedangkan pencatatan saham di BEI ditargetkan pada 10 Juli 2026.
Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Rans Entertainment mengalokasikan sekitar 37,61 persen dana IPO untuk kebutuhan operasional (opex) penyelenggaraan konser dengan menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu, sekitar 18,64 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) pembangunan wahana bermain dan edukasi bernama “Cipungland”. Perseroan juga akan mengalokasikan sekitar 19,80 persen dana untuk ekspansi melalui akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.
Sebagian dana IPO lainnya akan digunakan untuk membentuk entitas baru bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI), pembayaran lebih awal sebagian utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), serta penguatan bisnis anak usaha.
Dari sisi bisnis, Rans Entertainment menjalankan berbagai kegiatan usaha, mulai dari produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara dan seni pertunjukan, periklanan, taman hiburan, arena permainan, hingga aktivitas perusahaan holding.