sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rebound, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.211 per Dolar AS

Market news editor Anggie Ariesta
27/04/2026 15:50 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada Senin (27/4/2026), naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada Senin (27/4/2026), naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS. (Foto: iNews Media Group)
Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada Senin (27/4/2026), naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (27/4/2026), naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen datang dari global yaitu para pelaku usaha mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut.

"Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti.

Navigasi melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima produksi minyak global, tetap terblokir secara efektif. Penangkapan dua kapal kargo oleh Iran menyoroti kesulitan Washington dalam upaya mengendalikan jalur tersebut. Hanya lima kapal, termasuk sebuah kapal tanker produk minyak Iran, yang telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, menurut data pengiriman.

Dari sentimen domestik, Moody's telah mengumumkan rating untuk beberapa negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, Moody's mengumumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI sejak Februari 2026.

"Hasilnya adalah peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak diinvestasi), namun dengan outlook rating direvisi dari stabil menjadi negatif," kata Ibrahim.

Dengan catatan ini, pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyatakan apresiasi terhadap asesmen Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif dan akan terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan.

Selain itu, dengan komitmen dan konsistensi kebijakan yang ada, pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan bisa mensejahterakan rakyat.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.210-Rp17.260 per dolar AS.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement