Menurut Abdusshomad, tekanan harga ayam yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh siklus musiman Suro dibandingkan perubahan kebijakan MBG.
Harga ayam hidup di Pulau Jawa telah turun sekitar 10 persen secara kuartalan, sedangkan harga day old chick (DOC) terkoreksi sekitar 20 persen secara kuartalan.
"Penurunan harga saat ini terutama disebabkan oleh siklus Suro, dengan harga yang sudah mendekati level impas," ujar dia.
Bahana melihat harga ayam masih berpeluang membaik dalam beberapa kuartal ke depan.
Dukungan pemerintah serta pertumbuhan pasokan yang lebih rendah pada 2026 akibat berkurangnya impor indukan ayam (GPS) pada 2024 diperkirakan membantu keseimbangan pasar.