Bahana mempertahankan asumsi harga rata-rata ayam hidup pada 2026 sebesar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram dan harga DOC sebesar Rp6.000-Rp7.000 per ekor.
Dari sisi kinerja keuangan, Bahana memperkirakan emiten unggas menghadapi tekanan pada kuartal II-2026 akibat siklus Suro. Laba inti JPFA dan CPIN diproyeksikan turun sekitar 50 persen secara kuartalan.
Namun, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Bahana memperkirakan kinerja kembali pulih pada kuartal-kuartal berikutnya seiring normalisasi permintaan, sementara kontribusi MBG tetap menjadi penopang penting bagi industri unggas.
Sementara, risiko utama yang perlu diperhatikan investor adalah kenaikan biaya pakan yang lebih tinggi dari perkiraan serta penurunan permintaan akibat restrukturisasi MBG yang lebih besar dari ekspektasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.