sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rugi Bersih Menyusut, Pendapatan Pyridam Farma (PYFA) Naik Jadi Rp2,41 Triliun

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
03/11/2026 15:05 WIB
PYFA membukukan pendapatan neto sebesar Rp2,41 triliun hingga 30 September 2026.
Rugi Bersih Menyusut, Pendapatan Pyridam Farma (PYFA) Naik Jadi Rp2,41 Triliun (Foto: Ilustrasi)
Rugi Bersih Menyusut, Pendapatan Pyridam Farma (PYFA) Naik Jadi Rp2,41 Triliun (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membukukan pendapatan neto sebesar Rp2,41 triliun hingga 30 September 2026. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Selasa (3/11/2026), kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,87 triliun dari sebelumnya Rp1,64 triliun.

Meski demikian, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp542,76 miliar dibandingkan Rp417,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, PYFA mencatatkan rugi usaha sebesar Rp12,81 miliar. Angka tersebut menyusut dibandingkan rugi usaha Rp150,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyusutan rugi usaha terjadi meskipun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp337,39 miliar dari Rp319,39 miliar. Perseroan juga mencatatkan penghasilan lainnya neto sebesar Rp11,09 miliar, berbalik dari beban lainnya neto sebesar Rp62,44 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, beban keuangan perseroan meningkat menjadi Rp322,43 miliar dari Rp239 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp333,53 miliar, lebih rendah dibandingkan rugi sebelum pajak Rp367,68 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp338,70 miliar. Nilai tersebut menyusut dibandingkan rugi Rp365,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset PYFA mencapai Rp7,35 triliun per 30 September 2026, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp6,77 triliun. Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp6,59 triliun, naik dari Rp5,78 triliun pada akhir 2025.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement