Sepanjang semester I-2026, pendapatan FAST tumbuh 16 persen menjadi Rp2,79 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan serta kontribusi dari berbagai inisiatif pemasaran dan penguatan proposisi nilai yang dijalankan perseroan.
Perseroan menekankan kinerja positif tersebut sudah terasa sejak awal tahun. Namun, momentum pada kuartal I-2026 kemudian menghadapi tantangan yang lebih besar pada kuartal II seiring kenaikan harga bahan baku.
Dalam kondisi itu, kata Dio, perseroan tetap menjadikan perspektif konsumen sebagai salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk dengan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FAST untuk tetap memberikan value yang relevan bagi konsumen. Namun, langkah ini turut berdampak pada margin laba bruto perseroan yang mengalami penyesuaian menjadi 55,81 persen pada semester I 2026.
Sementara, rugi usaha berhasil ditekan secara signifikan sebesar 77,35 persen dari Rp143,18 miliar menjadi Rp32,42 miliar. Perbaikan turut terlihat pada rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang turun 60 persen menjadi Rp56,74 miliar.
(Rahmat Fiansyah)