sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rumor Merger Grab-GoTo Mengemuka, Ekonom Ingatkan Risiko Dominasi Asing

Market news editor Aldo Fernando
05/05/2025 21:13 WIB
Rumor mengenai potensi penggabungan bisnis (merger) antara Gojek dan Grab Indonesia tengah ramai diperbincangkan publik.
Rumor Merger Grab-GoTo Mengemuka, Ekonom Ingatkan Risiko Dominasi Asing. (Foto:
Rumor Merger Grab-GoTo Mengemuka, Ekonom Ingatkan Risiko Dominasi Asing. (Foto:

Awalil menjelaskan, dominasi asing dalam iklim investasi Indonesia berpotensi merugikan pelaku usaha dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga iklim usaha yang sehat serta mendorong perusahaan lokal agar mendapat peluang yang lebih luas.

“Kalau sampai opininya adalah Grab mencaplok, mungkin tidak cukup bagus juga buat kondisi investasi di Indonesia, di mana hampir sebagian besar sektor-sektor besar perlahan-lahan, asing makin mendominasi. Ini kewajiban pemerintah untuk menjaga iklim usaha, yaitu pelaku-pelaku domestik harus memiliki kesempatan yang lebih luas,” kata Awalil.

Lebih lanjut, Awalil meminta pemerintah untuk segera turun tangan, menegaskan bahwa kehadiran negara sangat krusial mengingat sektor yang tengah hangat diperbincangkan merupakan area strategis bagi kepentingan nasional.

Pada Maret lalu, Grab dikabarkan tengah mencari pendanaan sebesar USD2 miliar (setara Rp33,16 triliun) untuk membiayai rencana akuisisi terhadap GoTo. Kabar ini dilaporkan oleh Reuters, mengutip informasi dari Bloomberg yang bersumber pada sejumlah narasumber yang mengetahui rencana tersebut.

Sebagai informasi, Gojek saat ini berada di bawah naungan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, Grab Indonesia merupakan bagian dari Grab Holdings Limited, perusahaan yang sahamnya terdaftar di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS). (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement