IDXChannel - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pagi ini. Merujuk data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan ke level Rp17.720 per USD atau menguat 0,11 persen.
Mata uang Garuda berhasil menguat di tengah tekanan terhadap dolar AS yang berada di posisi rapuh dan menuju penurunan mingguan pada Jumat, di mana investor menilai langkah pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) hanya sebagai solusi sementara. Di sisi lain, muncul kekhawatiran baru terhadap pendekatan pemerintah AS yang dinilai semakin banyak melakukan intervensi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah akan kembali meningkatkan buyback obligasi Treasury. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Departemen Keuangan mengumumkan akan menggandakan nilai buyback surat utang bertenor panjang pada kuartal berikutnya, dalam upaya meredam kenaikan tajam imbal hasil (yield).
Bessent juga mengatakan dirinya bersama Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Russell Vought akan memulai upaya konsolidasi fiskal baru yang diarahkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Namun, langkah-langkah tersebut tidak banyak membantu meredam aksi jual Treasury AS dan justru menekan dolar. Investor semakin waspada terhadap memburuknya kondisi fiskal AS, sementara kekhawatiran mengenai kredibilitas institusi AS kembali mencuat.
Di tengah pelemahan dolar, euro bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan dan terakhir diperdagangkan di USD1,1685. Euro berada di jalur kenaikan sekitar 1 persen sepanjang pekan ini.
Poundsterling juga mendekati level tertinggi dalam enam bulan dan naik 0,08 persen menjadi USD1,3643. Dengan demikian, poundsterling telah menguat 0,8 persen sepanjang pekan ini.
Sementara itu, indeks dolar berada di jalur penurunan lebih dari 0,8 persen sepanjang pekan dan terakhir berada di level 98,82, mendekati posisi terendah dalam tiga bulan terhadap sekeranjang enam mata uang utama.
Di pasar valuta lainnya, dolar Australia menguat 0,13 persen menjadi USD0,7123, sementara dolar Selandia Baru naik 0,23 persen menjadi USD0,5957 dan berada di jalur kenaikan lebih dari 1 persen sepanjang pekan.
Yield obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun naik sekitar 1,4 basis poin menjadi 5,2508 persen pada Jumat. Sementara itu, yield Treasury bertenor 10 tahun sebagai acuan stabil di 4,7041 persen, setelah naik 4,5 basis poin pada perdagangan sebelumnya.
(NIA DEVIYANA)