IDXChannel - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan besok, Jumat (21/8/2026). Hal itu dipengaruhi sentimen penurunan imbal hasil obligasi AS, disiplin anggaran domestik, serta penantian rilis indikator transaksi berjalan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang garuda diproyeksikan mampu bertahan di zona hijau. Ruang apresiasi rupiah masih terbuka pada sesi perdagangan besok.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.700 - Rp17.750 per dolar AS," ungkap Ibrahim dalam analisisnya, Kamis (20/8/2026).
Adapun rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini (20/8/2026) dan bertengger positif di level Rp17.740. Tren positif ini ditopang oleh meredanya tekanan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta respons pasar terhadap komitmen pengendalian fiskal melalui penataan subsidi energi di dalam negeri.
Ibrahim menilai pergerakan kurs rupiah mendapat dorongan positif dari penurunan biaya pinjaman jangka panjang AS di pasar global. Kendati demikian, dinamika geopolitik global dan ketatnya arah kebijakan bank sentral AS masih menjadi perhatian pelaku pasar.