Di sisi lain, investor juga dinilai bersikap hati-hati menjelang rilis data neraca transaksi berjalan kuartal II-2026 yang dijadwalkan pekan ini. Langkah antisipatif tersebut mencermati defisit transaksi berjalan kuartal I-2026 lalu yang sempat melebar ke level terdalam sejak 2019 akibat pelemahan kinerja perdagangan luar negeri dan lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi di Timur Tengah. (Febrina Ratna Iskana)
Advertisement
Rupiah Diprediksi Menguat Besok, Terdongkrak Sentimen Fiskal dan Imbal Hasil AS
Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan dipengaruhi sentimen penurunan imbal hasil obligasi AS, disiplin anggaran domestik, serta indikator transaksi berjalan.
Rupiah Diprediksi Menguat Besok, Terdongkrak Sentimen Fiskal dan Imbal Hasil AS. (Foto: iNews Media Group)
Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi
Follow
Advertisement
Advertisement