sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920

Market news editor Rohman Wibowo
18/08/2026 22:00 WIB
Rupiah diproyeksi melemah akibat tekanan dari meningkatnya gejolak geopolitik dan tingginya harga minyak mentah dunia.
Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920. (Foto: iNews Media Group)
Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibayangi pada Rabu (19/8/2026) dipengaruhi memanasnya harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik serta lonjakan beban devisa impor energi.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dua sentimen tersebut dinilai menjadi pemicu utama yang menekan mata uang rupiah. Dia pun memproyeksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif melemah pada rentang Rp17.860 hingga Rp17.920 per dolar AS untuk perdagangan besok.

Adapun rupiah ditutup di level Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (18/8/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen negatif ganda dari eksternal dan internal sepanjang hari ini.

Ibrahim memaparkan bahwa eskalasi ketegangan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang memicu kembalinya risiko inflasi energi global. Kondisi ini membuat para pelaku pasar bersikap defensif sembari menanti risalah pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan meluncur pekan ini.

Kondisi geopolitik global yang kembali memanas pasca-pernyataan kontroversial dari Amerika Serikat memicu kekhawatiran baru di pasar energi dunia. Ketegangan ini memantik kekhawatiran meluasnya inflasi global yang berpotensi memaksa bank sentral mengambil langkah moneter ketat di sisa tahun berjalan. 

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement