sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920

Market news editor Rohman Wibowo
18/08/2026 22:00 WIB
Rupiah diproyeksi melemah akibat tekanan dari meningkatnya gejolak geopolitik dan tingginya harga minyak mentah dunia.
Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920. (Foto: iNews Media Group)
Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Diproyeksi ke Rp17.860-Rp17.920. (Foto: iNews Media Group)

"Secara sentimen eksternal, harga minyak kembali memanas setelah Trump mengatakan AS tidak akan mengupayakan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, yang berakhir hari Senin, bahkan mengancam akan membom Oman jika menghalangi, sehingga risiko inflasi energi membuat pasar menanti risalah FOMC Juli pada hari Rabu guna kejelasan kebijakan The Fed," urai Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (18/8/2026).

Tekanan eksternal tersebut diperparah oleh melonjaknya harga minyak mentah di atas level US83 per barel yang secara langsung menguras cadangan devisa nasional karena kebutuhan impor energi yang tinggi. 

Pada saat yang sama, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2026 juga tercatat merangkak naik ke posisi USD453,4 miliar atau setara Rp8.089,1 triliun, meningkat jika dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar USD444,4 miliar atau setara Rp7.928,5 triliun.

Di sisi lain, posisi ULN pemerintah pada kuartal II-2026 tercatat sebesar USD216,3 miliar atau sekitar Rp3.860,4 triliun (tumbuh 2,9 persen yoy), melambat dari kuartal I 2026 yang tumbuh 3,8 persen (yoy). 

Kendati melambat, utang pemerintah yang terjaga ini ditopang oleh derasnya aliran masuk modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) yang merefleksikan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement