Selain itu, serangan kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah Arab Saudi turut menambah beban resiko geopolitik, kendati serangan drone tersebut berhasil dihalau oleh sistem pertahanan Arab Saudi.
Pergerakan rupiah pada awal pekan depan diproyeksikan masih dibayangi oleh ketidakpastian data ketenagakerjaan AS, perkembangan konflik geopolitik, hingga evaluasi kondisi fiskal domestik.
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah spot ditutup di level Rp18.089 per USD pada perdagangan Jumat (6/11/2026), melandai tipis 0,04 persen dari posisi hari sebelumnya di Rp18.082 per USD.
Sementara itu, merujuk kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Rupiah berada pada posisi Rp18.130 per USD, terkoreksi 0,20 persen dari posisi Kamis (5/11/2026) yang berada di level Rp18.094 per USD.
(NIA DEVIYANA)