AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp14.542 per USD Sore Ini

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 21 Juli 2021 16:34 WIB
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.542 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (21/7/2021).
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.542 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (21/7/2021). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.542 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (21/7/2021). Rupiah melemah 0,17% dibandingkan penutupan Senin (19/7/2021) di Rp 14.518 per dolar AS. 

Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah sore ini berada di posisi Rp14.554 per dolar AS atau melemah dari Rp14.524 per dolar AS pada Senin kemarin.

Mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (21/7/2021), di kawasan Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lainnya. Won Korea Selatan melemah 0,28 persen, yen Jepang minus 0,21 persen, ringgit Malaysia minus 0,15 persen, dolar Singapura minus 0,1 persen, baht Thailand minus 0,06 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.


Kemudian, peso Filipina menguat 0,78 persen, rupee India 0,35 persen, dan yuan China 0,23 persen. Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju justru berada di zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,16 persen, franc Swiss 0,1 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan poundsterling Inggris 0,03 persen. Sedangkan dolar Australia melemah 0,14 persen dan euro Eropa stagnan. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD