sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Konflik Iran dan Harga Minyak

Market news editor Anggie Ariesta
11/09/2026 15:48 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (11/9/2026), turun 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.611 per dolar.
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Konflik Iran dan Harga Minyak. (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Konflik Iran dan Harga Minyak. (Foto: iNews Media Group)

Sebagai importir neto, Indonesia harus mengimpor minyak dalam jumlah besar menggunakan dolar AS. Tingginya harga minyak membuat kebutuhan akan dolar AS melonjak tajam sehingga terjadi pelebaran transaksi berjalan dan tingginya permintaan terhadap mata uang asing ini dapat menekan nilai tukar Rupiah, yang pada gilirannya bisa memicu imported inflation (inflasi barang impor) untuk komoditas lainnya.

Pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan fiskal dan moneter, ini yang membuat batu sandungan tersendiri. Anggaran fiskal (APBN) jebol karena beban subsidi yang tidak rasional dan pemerintah mempertahankan subsidi BBM. Kalau menaikkan Harga BBM, akan memicu inflasi tinggi, menurunkan daya beli masyarakat, dan berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Meskipun Indonesia di sisi lain diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas ekspor lain (seperti batu bara atau kelapa sawit/CPO) yang sering kali ikut terkerek naik saat krisis energi (windfall revenue), keuntungan tersebut sering kali tidak cukup untuk sepenuhnya menutup kerugian akibat membengkaknya biaya impor minyak mentah.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.610-Rp17.650 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan depan di kisaran Rp17.500-Rp.17.850 per dar AS. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement