sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD, Ini Sentimennya

Market news editor Rohman Wibowo
15/10/2026 07:30 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026).
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD, Ini Sentimennya. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD, Ini Sentimennya. Foto: iNews Media Group.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, IMF mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dari estimasi Juli sebesar 5,0 persen menjadi 5,1 persen dalam laporan edisi Oktober. Namun, revisi kenaikan tersebut diimbangi oleh peringatan mengenai laju inflasi domestik yang berpotensi terkerek hingga menyentuh 3,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

"Meskipun IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan 2027 di angka 5,1 persen, kenaikan inflasi domestik ke 3,3 persen berisiko menahan daya beli masyarakat. Sentimen negatif bagi rupiah kian nyata karena defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar hingga 1,6 persen terhadap PDB pada tahun ini," kata Ibrahim.

Prospek defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebesar 1,6 persen PDB tersebut melonjak tajam dibanding realisasi 2025 yang hanya 0,1 persen PDB, sebelum diprakirakan baru ternormalisasi ke posisi 1 persen PDB pada 2027. 

Perkiraan defisit versi IMF ini bahkan melampaui proyeksi Bank Indonesia (BI) yang mematok kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen terhadap PDB.

Di sisi lain, pemerintah mempertahankan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sepanjang 2026, yakni sebesar 5,4 persen. Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan di atas 5,5 persen pada kuartal III dan IV masih dapat direalisasikan, didukung capaian semester I/2026 yang menembus 5,45 persen sebagai torehan tertinggi beberapa tahun belakangan usai ekspansi 5,61 persen pada kuartal I/2026.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement