IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Rabu (26/8/2026). Mata uang Garuda turun 2 poin atau sekitar 0,01 persen ke level Rp17.725 per USD.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan perhatian pelaku pasar salah satunya tengah mengamati uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang dilakukan hari ini.
“Dalam paparannya, Destry menyebut siklus ekonomi domestik masih belum optimal. Banyak sektor yang bisa diakselerasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya mendorong optimalisasi fungsi intermediasi perbankan nasional, yang saat ini terdapat undisbursed loan sebesar Rp2.548 atau sekitar 21 persen dari plafon,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, terdapat ruang untuk mendorong kredit UMKM. Segmen ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Menjaga stabilitas ekonomi saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Oleh karena itu diperlukan bauran kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini tentunya perlu juga diikuti oleh mandat dan tanggung jawab yang semakin besar sehingga menuntut kapasitas kelembagaan yang semakin kuat dan adaptif.