Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menerima utusan khusus AS, Steve Witkoff, di St. Petersburg pada Rabu untuk membahas pengakhiran perang di Ukraina. Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya terbaru Washington untuk menghentikan konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Pihak Kremlin menyatakan bahwa Putin telah setuju untuk melanjutkan kembali perundingan damai dengan Ukraina yang dimediasi oleh AS paling cepat bulan depan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan dukungannya terhadap perundingan tersebut dan berharap agar pembicaraan dapat dimulai sesegera mungkin.
Di Amerika Serikat, agenda ekonomi relatif sepi, namun pelaku pasar mendapatkan sentimen positif dari bursa saham AS yang terus menguat, didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi akibat antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI). Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan The Fed minggu depan, serta rilis indikator inflasi yang menjadi acuan utama bank sentral AS, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE Price Index).
Dari sentimen domestik, Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memandang bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah kuat, namun akan tetap di bawah target pemerintah, yakni 8 persen. Pada 2027, pemerintah mulai menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen atau cukup lebih tinggi dari target tahun ini yaitu 5,4 persen. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap di bawah target pemerintah tersebut.
Fitch juga menggarisbawahi risiko-risiko dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan erosi terhadap konsistensi maupun kredibilitas dari bauran kebijakan. Kondisi ini dinilai terjadi di tengah pembuatan kebijakan yang semakin tersentralisasi. Hal tersebut tertuang dalam penilaian Fitch yang menurunkan prospek kredit Indonesia dari Stable ke Negative pada Maret 2026.
Adapun kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah didasari oleh perkembangan ekonomi makro terkini di tengah kenaikan harga energi global. Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama semester I/2026 mencapai 5,45 persen (YoY) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni 5,1 persen. Namun, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga tidak akan mencapai target pemerintah.