AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.465 per Dolar AS

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 29 April 2021 10:59 WIB
Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring dengan kebijakan The Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga.
Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.465 per Dolar AS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring dengan kebijakan The Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (29/4/2021), kurs rupiah diperdagangkan pada level Rp14.465 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 35 poin atau 0,24% apabila dibandingkan dengan penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (28/4) di level Rp14.500 per dolar AS.

Sekadar informasi, hal ini disebabkan oleh Bank Sentral AS The Fed pagi ini memberikan pernyataan belum waktunya melakukan diskusi pengetatan kebijakan pelonggaran moneter saat ini.

Dengan demikian, The Fed melihat masih melihat adanya risiko pelambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Selain itu, kenaikan inflasi yang terjadi saat ini di AS hanya bersifat sementara. 

Hal itu diketahui mempengaruhi nilai dolar AS yang terpantau melemah setelah pengumuman kebijakan bank sentral AS. Diketahui, The Fed masih mempertahankan suku bunga mendekati nol. Selain itu, The Fed akan membeli obligasi senilai USD120 miliar per bulan.

Sebelumnya, Chairman The Fed, Jerome Powell menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi terjadi secara tidak merata dan jauh dari kata selesai. Dan masih belum saatnya membahas pelonggaran kebijakan moneter termasuk pembelian aset. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD