Kondisi tersebut ditopang oleh krisis energi akibat konflik Timur Tengah serta peningkatan kebutuhan batu bara menjelang musim dingin pada akhir tahun.
AADI dinilai perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong kenaikan ASP pada kuartal IV-2026.
Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati risiko gangguan logistik akibat penurunan debit sungai di Kalimantan serta kenaikan biaya bahan bakar.
Dengan mempertimbangkan pencapaian operasional hingga September 2026, Stockbit menilai AADI masih berpotensi memenuhi estimasi konsensus kinerja sepanjang 2026.
Selain prospek operasional, investor juga berpotensi memperoleh dividen spesial setelah divestasi Kestrel.