Harga tersebut melampaui rekor penutupan sebelumnya sebesar USD6,7095 per pon.
Kepala Pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, mengatakan, seperti dikutip Barron’s, rekor harga tembaga membuat situasi semakin kompleks bagi investor.
Ancaman tarif Amerika Serikat (AS) terhadap tembaga olahan terjadi di tengah penurunan produksi dan lonjakan permintaan yang berkaitan dengan AI, jaringan listrik, serta kendaraan listrik.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas dalam Technical View, AMMN menguat 5,22 persen ke level 4.640 dan mulai menembus area resistance 4.600, yang turut didukung oleh peningkatan volume perdagangan.
Harga AMMN juga masih bertahan di atas MA20 di level 4.370 sehingga tren jangka pendek masih berada dalam kondisi bullish.
"Resistance berikutnya berada di 4.800, sedangkan support terdekat di 4.370," tulis BRI Danareksa Sekuritas.