IDXChannel - Saham-saham emiten emas bergerak semringah pada perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2026). Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan sejenisnya melesat tajam.
Hingga pukul 10.00 WIB, saham ANTM melejit 13 persen ke level Rp4.850. Saham-saham emas lain juga ikut menghijau di antaranya PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 8 persen ke Rp2.090.
Kemudian PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tumbuh 8,4 persen ke level Rp1.350, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik hingga 17 persen ke Rp7.200, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 9 persen ke Rp2.530.
Lonjakan harga saham-saham emas tidak terlepas dari reli komoditas logam mulia tersebut di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Harga emas dunia di pasar spot menembus level tertinggi sepanjang masa sebesar USD5.000 per oz.
Investment Analyst Stockbit, Theodorus Malvin menilai, kenaikan harga emas ini yang memberikan sentimen positif bagi emiten-emiten di sektor emas.
"Kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) dan volume transaksi perseroan," katanya.
Derasnya arus dana ke aset safe haven tersebut didorong oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan Presiden Donald Trump mulai dari ancaman terhadap independensi The Fed, wacana pencaplokan Greenland, intervensi militer AS di Venezuela, hingga menguatnya rumor serangan AS atas Iran.
Terbaru, Trump juga tak senang dengan kedekatan Kanada dan China. Dia mengancam akan mengenakan tarif baru 100 persen terhadap Kanada jika negara tetangganya tersebut tetap melanjutkan hubungan perdagangan dengan China.
(Rahmat Fiansyah)