IDXChannel - Harga emas dunia turun hampir 2 persen pada Kamis (12/3/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta memudarnya harapan penurunan biaya pinjaman, sementara perang Iran yang masih berlangsung memicu kekhawatiran inflasi.
Emas spot ditutup merosot 1,88 persen menjadi USD5.079,25 per troy ons.
Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Mata uang tersebut juga menjadi aset lindung nilai yang bersaing dengan emas, sehingga penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
“Kenaikan indeks dolar, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat, serta belum adanya penurunan suku bunga menjadi faktor negatif. Namun konflik di Timur Tengah juga memicu sebagian arus permintaan aset safe haven,” kata Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible, seperti dikutip Reuters.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah dua kapal tanker terbakar di perairan Irak dalam serangan yang diduga terkait Iran, sehingga memicu gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Sebagai reaksi, harga minyak melonjak tajam pada hari itu.
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan negaranya akan membalas darah para martir, mempertahankan penutupan Selat Hormuz, serta menyerang pangkalan militer AS.