sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penutupan Selat Hormuz Berisiko Guncang Ekonomi Dunia

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
14/03/2026 12:35 WIB
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi yang sangat vital bagi perekonomian dunia.
Penutupan Selat Hormuz Berisiko Guncang Ekonomi Dunia (Foto: dok AP)
Penutupan Selat Hormuz Berisiko Guncang Ekonomi Dunia (Foto: dok AP)

IDXChannel - Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian global jika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tidak kembali normal.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi yang sangat vital bagi perekonomian dunia. Karena itu, berbagai pihak memiliki kepentingan agar distribusi minyak dan bahan bakar melalui jalur tersebut dapat kembali berjalan normal.

Menurutnya, konsumen utama minyak yang melewati Selat Hormuz seperti China, India, Japan, dan South Korea memiliki peran besar dalam perekonomian global. Keempat negara tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 27 persen terhadap pembentukan produk domestik bruto (GDP) dunia pada 2026.

“Artinya, jika terjadi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz, minimal akan memberikan dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi yang mewakili sekitar 27 persen perekonomian global,” ujar Komaidi dalam catatan ReforMiner, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global. Gangguan pasokan energi berisiko memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement