IDXChannel – Saham emiten tambang emas ditutup melonjak pada Selasa (20/1/2026) seiring logam mulia acuannya kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin kenaikan, terbang 18,18 persen ke Rp6.500 per unit.
Di posisi kedua, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melompat 6,50 persen menjadi Rp1.310 per unit. Kemudian, disusul oleh saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang mendaki 6,04 persen ke Rp2.020 per unit.
Selanjutnya, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terkerek 5,65 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,90 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 3,00 persen, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 2,34 persen.
Harga emas dunia melonjak menembus USD4.700 per troy ons untuk pertama kalinya pada Selasa (20/1/2026), didorong oleh pelemahan dolar AS dan kekhawatiran kembali memanasnya ketegangan dagang yang memicu perburuan aset lindung nilai.
Kontrak berjangka (futures) emas di New York naik 2,9 persen ke USD4.725,80 per troy ons, setelah sempat menyentuh USD4.731,30 pada awal perdagangan.
Pelemahan dolar turut memberi dukungan. Indeks dolar turun 0,7 persen ke level 98,70, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sejalan dengan emas, harga perak melonjak 6,7 persen ke USD94,45 per ons.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral membuat investor gelisah. Aliran dana pun beralih ke logam mulia, melanjutkan kinerja kuat yang sudah tercatat sepanjang tahun lalu.
Analis ING menilai, dikutip Dow Jones Newswires, investor kini lebih memilih emas dan perak ketimbang mata uang dan obligasi pemerintah, di tengah meningkatnya utang AS serta ketidakpastian kebijakan yang kian tinggi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.