Kontrak berjangka (futures) emas di New York naik 2,9 persen ke USD4.725,80 per troy ons, setelah sempat menyentuh USD4.731,30 pada awal perdagangan.
Pelemahan dolar turut memberi dukungan. Indeks dolar turun 0,7 persen ke level 98,70, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sejalan dengan emas, harga perak melonjak 6,7 persen ke USD94,45 per ons.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral membuat investor gelisah. Aliran dana pun beralih ke logam mulia, melanjutkan kinerja kuat yang sudah tercatat sepanjang tahun lalu.
Analis ING menilai, dikutip Dow Jones Newswires, investor kini lebih memilih emas dan perak ketimbang mata uang dan obligasi pemerintah, di tengah meningkatnya utang AS serta ketidakpastian kebijakan yang kian tinggi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.