“Kenaikan suku bunga serta penurunan dolar terhadap rupiah, menjadi salah satu katalis dari perbankan,” kata Michael, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, bank-bank besar dengan porsi CASA yang tinggi memiliki keunggulan dalam menjaga biaya dana.
Struktur pendanaan tersebut memungkinkan bank mempertahankan margin ketika suku bunga bergerak tinggi, karena biaya dana relatif lebih rendah dibandingkan bank yang lebih bergantung pada deposito berjangka.
Dari sisi teknikal, BBRI dinilai telah berhasil keluar dari fase konsolidasi dengan potensi kenaikan menuju Rp3.500. Michael menilai, level support berada di sekitar Rp3.190.
Untuk BBCA, Michael melihat level Rp6.500 menjadi area penting. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, saham BBCA berpeluang melanjutkan penguatan menuju Rp7.500.