Di luar sektor perbankan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu saham yang paling tertekan. Harga saham emiten ritel tersebut merosot 19,3 persen dalam sepekan dan membebani IHSG sebesar 10,53 poin.
Tekanan juga terlihat pada saham-saham yang terdampak perubahan komposisi MSCI. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu yang turun 10,75 persen dan mengurangi IHSG sebesar 4,45 poin.
Selain itu, emiten Grup Bakrie-Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 9,19 persen dengan kontribusi negatif 5,85 poin terhadap indeks. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 5,56 persen dan mengurangi IHSG sebesar 5,25 poin.
Dari kelompok Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 9,72 persen dan memangkas IHSG 4,67 poin. Sementara PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) merosot 24,07 persen dengan dampak negatif 4,93 poin terhadap indeks.
Penurunan paling dalam di antara daftar laggard dicatat PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) 27,14 persen dalam sepekan dan mengurangi IHSG sebesar 6,04 poin.