Tekanan jual asing juga terlihat pada saham energi dan pertambangan. Dua saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat net sell Rp182,76 miliar dengan harga turun 3,15 persen ke Rp4.300, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dilepas Rp145,09 miliar dan melemah 7,11 persen ke Rp1.045.
Di sisi lain, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) tetap mencatat net sell Rp139,89 miliar meski harga sahamnya justru naik 6,12 persen ke Rp3.640.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dilepas Rp122,90 miliar dengan harga naik 1,92 persen ke Rp53, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) net sell Rp120,99 miliar dengan kenaikan 5,80 persen ke Rp730, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) net sell Rp114,53 miliar dan menguat 4,53 persen ke Rp1.500.
Secara umum, sentimen negatif pasar dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal serangan militer lanjutan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan menekan pasar saham Asia.
Dalam pidatonya, seperti dilansir Dow Jones Newswires, Trump mengatakan AS akan menyerang Iran secara keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.