Seismic survey bertujuan untuk menentukan lokasi pengeboran potensial dengan mengidentifikasi dan mengeksplorasi cadangan minyak dan gas di bawah tanah. Proses ini melibatkan teknologi seismik untuk menangkap gambaran bawah tanah.
Beberapa perusahaan migas yang pernah menggunakan jasa perseroan antara lain Pertamina, BP Petroleum, Petronas, Fugro, Murphy Oil Corporation, Seadrill, Transocean, Santos, Genting Energy, dan sebagainya.
Lalu siapa pemilik saham BOAT saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Newport Marine Services Tbk.
Saham BOAT Bergerak di Bidang Apa? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Januari 2026, pengendali saham BOAT adalah Sujaya Soekarno, Dharmawati Djuhana, dan Surya Soekarno.
Ketiganya memiliki saham masing-masing sebanyak 1 miliar dan 750 juta, setara dengan 28,57 persen dan 21,43 persen dari total saham terdaftar.
Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Sugiman Halim dengan kepemilikan sebanyak 369 juta saham, setara 10,56 persen dari total saham terdaftar. Sementara masyarakat memiliki 630 juta saham, setara 18,01 persen.
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BOAT, atau pemilik perusahaan, adalah Sujaya Soekarno, Dharmawati Djuhana, dan Surya Soekarno. Ketiganya kini menjabat sebagai direksi dan komisaris di perseroan.
BOAT mencatatkan sahamnya secara perdana di bursa pada 2024 dengan melepas 1 miliar saham di harga penawaran Rp100 per saham. Dari IPO ini, perseroan mengantongi dana sebanyak Rp100 miliar.
Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, BOAT ditutup di harga Rp185 per unit, naik 18,59 persen dari pembukaan.
Itulah informasi singkat tentang saham BOAT bergerak di bidang apa.
(Nadya Kurnia)