Menurutnya, aksi buyback merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar modal yang mengalami fluktuasi.
Selain itu, pelaksanaan buyback mencerminkan kondisi likuiditas perseroan yang dinilai memadai dan kondisi keuangan yang sehat.
"Prodia akan mengoptimalkan struktur modal serta memberikan imbal hasil yang berkelanjutan kepada pemegang saham," tuturnya.
Adapun saham PRDA ditutup menguat 1,25 persen ke level Rp2.430 per saham pada perdagangan Rabu (19/8/2026).
Pergerakan saham PRDA cenderung fluktuatif sepanjang Agustus 2026. Dalam sebulan terakhir, saham perseroan masih mencatatkan kenaikan 1,67 persen, tetapi dalam tiga bulan terakhir terkoreksi 8,99 persen.
(DESI ANGRIANI)