Proyek dengan kapasitas produksi hingga 5 juta ton batu bara per tahun itu diperkirakan memiliki nilai kontrak sekitar Rp22 triliun.
Meski memangkas target harga DEWA menjadi Rp600 per saham dari sebelumnya Rp850 per saham untuk mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi, Bahana Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli.
Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, DEWA mengumumkan akan mengaudit laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Perseroan menjelaskan audit tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyusunan laporan keuangan tahunan auditan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026, sekaligus untuk memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), DEWA menyatakan laporan keuangan auditan tersebut akan disampaikan paling lambat pada 30 September 2026, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.