Hingga laporan diterbitkan, Indosat belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Bloomberg, sementara Citigroup menolak berkomentar.
Bloomberg menilai langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan AI di Asia.
Tidak hanya pembangunan pusat data, lembaga keuangan kini juga mulai membiayai pembelian perangkat keras seperti chip AI yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, meski tetap diiringi risiko terkait keberlanjutan investasi AI dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Berdasarkan Bloomberg Intelligence, sekitar 84 persen pendapatan Indosat masih berasal dari layanan konektivitas seluler.
Karena itu, ekspansi ke infrastruktur AI dinilai menjadi upaya perseroan mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari bisnis AI yang berkembang pesat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.