sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Kesehatan Melonjak di Tengah Spekulasi Virus Hanta, Hati-Hati Risiko Volatilitas

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/05/2026 07:30 WIB
Saham-saham sektor kesehatan dan farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak pada perdagangan Jumat (8/5/2026).
Saham Kesehatan Melonjak di Tengah Spekulasi Virus Hanta, Hati-Hati Risiko Volatilitas. (Foto:
Saham Kesehatan Melonjak di Tengah Spekulasi Virus Hanta, Hati-Hati Risiko Volatilitas. (Foto:

IDXChannel - Saham-saham sektor kesehatan dan farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak pada perdagangan Jumat (8/5/2026), dipicu spekulasi pasar terkait kemunculan kasus virus Hanta atau hantavirus yang mulai menjadi perhatian global dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan terjadi di berbagai saham kesehatan lapis dua dan tiga, bahkan sejumlah emiten menyentuh auto rejection atas (ARA).

Pada perdagangan Jumat, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) melonjak hingga ARA 34,48 persen ke level Rp117 per unit. Dalam sepekan, saham MEDS telah melesat 51,95 persen.

Selain itu, saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) melesat ARA 25,00 persen ke Rp510 per unit, PT Phapros Tbk (PEHA) melonjak ARA 24,83 persen ke Rp372 per unit, serta PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melejit ARA 24,51 persen ke Rp635 per unit.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) yang naik 9,88 persen, PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 8,64 persen, PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) naik 7,86 persen, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menguat 6,67 persen.

Kemudian, saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) naik 6,62 persen, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) bertambah 5,67 persen, serta PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang naik 4,86 persen.

Penguatan saham kesehatan muncul setelah meningkatnya perhatian terhadap hantavirus menyusul laporan kasus pada kapal pesiar MV Hondius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengonfirmasi adanya dua suspek virus Hanta di Indonesia, masing-masing berada di Jakarta dan Yogyakarta.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan kedua suspek tersebut kini telah dinyatakan negatif dan sembuh.

“Benar ada dua suspek,” kata Aji saat dikonfirmasi oleh iNews Media Group melalui aplikasi percakapan, Jumat (8/5/2026).

“Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh,” imbuh Aji.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan WHO untuk memperkuat screening dan surveillance guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.

“Ini virus ini kan virus yang lumayan berbahaya. Jadi kita udah koordinasi dengan WHO. Kita minta ke WHO untuk bisa lakukan screeningnya,” ujar Budi.

Sebelumnya, pada Kamis (7/5), WHO melaporkan terdapat delapan kasus hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian. Dari total kasus tersebut, lima telah terkonfirmasi sebagai hantavirus jenis Andes virus.

Meski begitu, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat global masih rendah.

Organisasi kesehatan dunia itu menyebut kasus ini memang serius, namun belum menunjukkan ancaman pandemi luas.

WHO juga menyatakan masih ada kemungkinan muncul tambahan kasus mengingat masa inkubasi virus yang belum sepenuhnya berakhir.

Andes virus diketahui merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang memiliki kemungkinan penularan antarmanusia secara terbatas, terutama melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Kenaikan saham-saham kesehatan saat ini dinilai lebih didorong sentimen dan spekulasi jangka pendek dibanding perubahan fundamental industri.

Pola pergerakan tersebut menyerupai fase awal pandemi Covid-19 ketika investor memburu saham farmasi, alat kesehatan, laboratorium, hingga rumah sakit akibat ekspektasi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan.

Namun, pasar juga perlu mencermati bahwa hingga saat ini belum ada penetapan status darurat kesehatan global terkait hantavirus.

Karena itu, reli saham kesehatan berisiko sangat volatil, terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil yang mengalami kenaikan tajam dalam waktu singkat tanpa perubahan fundamental yang signifikan.

Risiko aksi ambil untung juga dinilai cukup besar apabila sentimen terkait virus Hanta mulai mereda dalam beberapa hari ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement