“Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh,” imbuh Aji.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan WHO untuk memperkuat screening dan surveillance guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.
“Ini virus ini kan virus yang lumayan berbahaya. Jadi kita udah koordinasi dengan WHO. Kita minta ke WHO untuk bisa lakukan screeningnya,” ujar Budi.
Sebelumnya, pada Kamis (7/5), WHO melaporkan terdapat delapan kasus hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian. Dari total kasus tersebut, lima telah terkonfirmasi sebagai hantavirus jenis Andes virus.
Meski begitu, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat global masih rendah.
Organisasi kesehatan dunia itu menyebut kasus ini memang serius, namun belum menunjukkan ancaman pandemi luas.