Ia menilai koreksi harga saham yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya pendapatan emiten membuat valuasi saham-saham konglomerasi menjadi semakin menarik.
"Koreksi harga saham ditambah meningkatnya pendapatan membuat rasio price-to earnings (PE) saham-saham konglomerasi menjadi jauh lebih murah. Dan ini membuat beberapa saham mulai menunjukkan sinyal reversal," katanya.
Michael menambahkan, reli IHSG yang terjadi sejak titik terendah sejauh ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena pola serupa pernah terjadi saat pemulihan pasar setelah pandemi Covid-19.
"Kita melihat pada rebound pasca-Covid-19 di 2021, IHSG juga sempat reli sekitar 28 persen dari titik terendah tanpa dukungan foreign inflow. Setelah indeks bergerak lebih tinggi, baru investor asing kembali masuk," ujarnya.