BCA Sekuritas menilai, rentang waktu yang tersedia diperkirakan hanya sekitar tiga bulan ke depan.
Menanti Daftar Konsentrasi Pemegang Saham
Sebelumnya, Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pada 11 Februari 2026, pihaknya berencana menerbitkan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar.
Rencana ini turut disampaikan dalam pertemuan BEI dengan MSCI.
Langkah tersebut melengkapi sejumlah inisiatif yang telah disiapkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), seperti penambahan klasifikasi investor dari 9 menjadi 28 subkategori serta pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen.
Target pengumpulan data investor lebih rinci ditetapkan Maret 2026, sementara jadwal rilis daftar konsentrasi belum diumumkan.
Praktik serupa telah diterapkan di Hong Kong oleh Securities and Futures Commission (SFC). Otoritas setempat menyoroti emiten dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi karena berpotensi memicu lonjakan harga yang tajam meski saham beredar di publik terbatas.