sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham MEDC-ENRG Cs Melesat di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
19/02/2026 09:50 WIB
Saham-saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Kamis (19/2/2026) seiring lonjakan harga minyak mentah dunia kemarin.
Saham MEDC-ENRG Cs Melesat di Tengah Lonjakan Harga Minyak. (Foto: Freepik)
Saham MEDC-ENRG Cs Melesat di Tengah Lonjakan Harga Minyak. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Kamis (19/2/2026) seiring lonjakan harga minyak mentah dunia kemarin.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.38 WIB, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) melambung 5,04 persen ke Rp1.775 per unit, usai sempat menembus level tertinggi (ATH) di Rp1.835 pagi tadi.

Di bawah MEDC, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mendaki 4,55 persen ke Rp1.610 per unit, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) terkerek 5,31 persen ke Rp238 per unit.

Selain itu, saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melompat 3,73 persen, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 1,97 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 1,15 persen.

Berbeda, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) stagnan di Rp5.100 per unit dan PT Elnusa Tbk (ELSA) di Rp805 per unit.

Harga minyak mentah Brent bertahan di atas USD70 per barel dan minyak mentah WTI berada di atas USD65 per barel pada Kamis (19/2) pagi, mempertahankan kenaikan dari hari sebelumnya yang menjadi penguatan terbesar sejak akhir Oktober.

Pada Rabu, Minyak mentah Brent ditutup naik 4,35 persen, sedangkan WTI AS melesat 4,59 persen.

Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa intervensi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran semakin dekat.

Mengutip Trading Economics, sejumlah laporan menyebutkan bahwa jika aksi militer AS terjadi, langkah itu kemungkinan berlangsung dalam kampanye selama beberapa pekan.

Pemerintah Israel disebut mendorong hasil yang mengarah pada perubahan rezim di Republik Islam Iran.

Perundingan antara kedua pihak sejauh ini masih belum menghasilkan kepastian. Teheran menyatakan telah mencapai “kesepakatan umum” dengan Washington mengenai kerangka potensi kesepakatan nuklir.

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran belum menjawab garis merah AS, sementara Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer tetap terbuka.

Di sisi lain, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 0,61 juta barel pada pekan lalu, sebagian mengimbangi lonjakan 13,4 juta barel pada pekan sebelumnya, kenaikan tertajam sejak Januari 2023. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement