sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Migas AKRA hingga MEDC Terimbas Profit Taking

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/03/2026 10:56 WIB
Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) melemah pada Selasa (3/3/2026) meski harga minyak dunia kembali menguat.
Saham Migas AKRA hingga MEDC Terimbas Profit Taking. (Foto: Freepik)
Saham Migas AKRA hingga MEDC Terimbas Profit Taking. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) melemah pada Selasa (3/3/2026) meski harga minyak dunia kembali menguat.

Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) setelah reli tajam pada hari sebelumnya yang dipicu lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) anjlok 7,74 persen ke Rp284 per unit, disusul PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang turun 5,24 persen menjadi Rp6.775 per unit, dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) 5,43 persen.

Selain tiga nama di atas, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tergerus 3,76 persen, PT Elnusa Tbk (ELSA) tergelincir 3,00 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) minus 2,19 persen.

Kemudian, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melemah 0,64 persen dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terdepresiasi 0,45 persen.

Harga minyak naik pada perdagangan sesi pagi Asia, Selasa (3/3/2026) seiring konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah menjaga risiko gangguan pasokan tetap tinggi.

“Konflik militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS)/Israel dan Iran telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar energi global,” ujar Kepala Komoditas Vontobel, Kerstin Hottner, dikutip dari The Wall Street Journal.

Hottner menambahkan, “Selat Hormuz, jalur sempit vital bagi perdagangan energi global, secara efektif telah berhenti beroperasi akibat konflik tersebut. Seiring situasi berkembang, durasi dan intensitas konflik akan menjadi faktor kunci yang membentuk lanskap energi dalam waktu dekat.”

Kontrak berjangka (futures) minyak mentah WTI bulan terdekat naik 0,8 persen ke USD71,80 per barel, sementara kontrak Brent menguat 1,1 persen ke USD78,59 per barel. Keduanya sebelumnya ditutup melesat lebih dari 6 persen pada Senin (2/3). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement